Bogor, Digitalstory.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Maradona Hutabarat tampung aspirasi ibu-ibu soal buku Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMK yang saat ini sudah tidak ada lagi.
“Hasil pertemuan saya dengan ibu-ibu di Cileungsi, salah satunya menanyakan soal program bantuan buku LKS tingkat SMK, anaknya sekolah diswasta, dulu ada sekarang kenapa tidak ada lagi,” ujar Doni saat dihubungi awak media, Senin (16/03/2026).
Menurut Doni, saat ini bantuan sekolah-sekolah khususnya swasta di Jawa Barat telah beralih nama, dari sebelumnya Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), kini dialihkan menjadi Beasiswa Personal bagi siswa kurang mampu.
“Salah satu item yang ditanggung dalam skema beasiswa baru ini adalah buku pelajaran, selain sepatu dan seragam sekolah yang masuk dalam komponen bantuan,” kata Doni.
Untuk mekanisme bantuan buku itu menurut Doni ada 3 point penting :
1. Pengadaan melalui Dana BOS/BOP:
Penyediaan buku teks utama dan buku penunjang (LKS/Modul) diatur melalui dana BOS Reguler dan BOP (Biaya Operasional Pendidikan) dari Provinsi Jawa Barat. Sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan pengadaan sesuai kebutuhan kurikulum (Kurikulum Merdeka).
2. Transformasi ke Modul Digital:
Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui bidang PSMK mendorong penggunaan E-Modul yang dapat diakses secara gratis. Ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya orang tua siswa dalam membeli buku LKS fisik secara mandiri.
3. Program Link and Match:
Untuk SMK, bantuan buku atau materi ajar spesifik kejuruan sering kali dikerjasamakan dengan mitra industri. Jadi, LKS yang digunakan biasanya sudah disesuaikan dengan standar industri yang bekerja sama dengan SMK tersebut (misal: Axioo Class, Yamaha/Honda Class, dan lain-lain).
Lebih lanjut, Doni mengatakan bakal menampung aspirasi kaum ibu soal bantuan LKS ini untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
