Anton Suratto Sampaikan Refleksinya Jelang HUT ke-25 Partai Demokrat

News2 Views

Bogor, Digitalstory.Id – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, menyampaikan refleksinya menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang diperingati pada 9 September 2026.

 

Menurut Anton, 9 September bukan sekadar momentum memperingati hari lahir Partai Demokrat, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk melihat kembali perjalanan partai selama seperempat abad sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan ke depan.

 

“Bagi saya, 9 September 2026 bukan sekadar peringatan hari ulang tahun Partai Demokrat yang ke-25. Ini adalah momentum untuk melihat kembali perjalanan kita selama seperempat abad, sekaligus menatap jauh ke depan tentang Demokrat seperti apa yang ingin kita hadirkan untuk rakyat Indonesia,” kata Anton saat berbincang dengan Kedai Pena, Senin, 7 September 2026.

 

Anton menilai, usia 25 tahun merupakan perjalanan panjang bagi sebuah partai politik untuk belajar dari berbagai pengalaman. Namun, di sisi lain, usia tersebut juga menjadi momentum yang tepat bagi Partai Demokrat untuk melakukan pembaruan.

 

“Saya melihat tantangan Partai Demokrat ke depan bukan semakin ringan,” ujarnya.

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu mengatakan, tantangan Demokrat pada usia ke-25 semakin kompleks seiring perubahan dunia yang bergerak cepat. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin tanpa batas juga membuat masyarakat semakin kritis.

 

“Karena itu, partai politik tidak cukup hanya hadir ketika pemilu tiba. Partai harus hadir setiap hari, mendengar setiap keluhan, memahami kebutuhan masyarakat, dan memberikan solusi nyata,” jelas Anton.

 

Selain itu, Anton juga menekankan pentingnya Partai Demokrat menjadi partai yang modern dalam cara berpikir, kuat dalam gagasan, namun tetap dekat dengan memperkuat pengabdian bagi rakyat.

 

Menurutnya, Demokrat tidak boleh hanya dikenal karena kader-kadernya yang duduk di parlemen maupun pemerintahan.

 

Lebih dari itu, keberadaan partai harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

 

“Dikenal karena manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena rakyat tidak membutuhkan janji, rakyat butuh kehadiran kita,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *